Rabu, 29 Desember 2010

All About The Invalid Domain Name

Invalid domain name is one of the common cases that happened under the domain name arena. Many machines have often noted some invalid domain names and that some errors on the domain name operation often surfaced.

Speaking of the invalid domain names, many resources have noted that if an invalid domain name is detected, you will eventually receive a message indicating the errors. These invalid domain name messages therefore play a somewhat important role in the place of the invalid domain names.

Some of the conditions that cause the emergence of the invalid domain name messages are greatly stated in most resources and one of those is when the Domain Name Service or DNS host name or the DNS domain name specified in the Transmission Control Protocol/Internet Protocol or TCP/IP properties contains invalid characters, which then makes an invalid domain name.

Also noted is when there is a particular problem with the internet service provider's Simple Mail Transport Protocol server. This mentioned thing is said to be a server that is applied for outgoing mails. And another reason for invalid domain name message is the situation when there are invalid characters or spaces in the Computer Name box.

Rabu, 17 November 2010

Sains & Teknologi Gen Orang Amerika Pertama di Eropa Ditemukan

Christopher Columbus, penjelajah warga Italia penemu benua Amerika bukanlah orang pertama yang menemukan dunia baru. Sebab ada seorang warga Amerika yang sudah menjelajah ke Eropa lima abad sebelum Columbus itu.

Kesimpulan itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sejumlah ilmuwan dari Universitas Spanyol. Hasil temuan itu dilansir sejumlah media massa di Eropa dan Amerika. VIVANews menukilnya dari Telegraph.co.uk, 16 November 2010.
Para ahli itu menegaskan bahwa penjelajahan dunia pertama yang diklaim oleh Columbus dari Eropa ke arah Timur, dan berhasil menemukan benua Amerika. Tapi itu bukan temuan pertama sebab
penjelajahan lain dari arah sebaliknya -- dari Amerika ke Eropa -jauh sebelum Columbus menemukan Amerika.

Para peneliti itu menelusuri jejak genetik asli sebuah keluarga di Islandia. Peneliti percaya bahwa warga Amerika pertama tiba di Eropa sekitar abad ke sepuluh. Sekitar lima ratus tahun sebelum Columbus melakukan penjelajahan dan menemukan benua Amerika pada 1492.

Riset menunjukkan, seorang wanita asal Amerika Utara kemungkinan besar sudah berada di Islandia sekitar tahun 1000 masehi. Islandia merupakan sebuah negara pulau di Eropa yang terkenal akan legenda pelaut perompak bengis, Viking. Dari gen yang ditemukan, wanita ini diperkirakan berusia 80 tahun.

Peneliti meyakini, gen yang ditemukan itu merupakan leluhur dari warga keturunan yang berada di Islandia Utara. Lokasi tepatnya tak jauh di sekitar sungai es gletser di Vatnaj Kull. Diperkirakan mereka datang ke wilayah ini melalui jalur Asia.

"Sebagai sebuah pulau yang terisolasi pada abad kesepuluh, kemungkinan besar yang terjadi adalah gen itu berasal dari wanita Amerindian (Amerika-Indian) yang dibawa dari Amerika oleh gerombolan Viking sekitar tahun 1000 masehi," kata Carles Lalueza-Fox, dari the Pompeu Fabra university di Spanyol.

Penemuan pemukiman Viking ini diperkirakan dari yang pernah ada sebelumnya. Pemukiman Viking tertua sebelumnya ditemukan di timur Kanada, sekitar Terranova. Pemukiman yang diberi nama L'Anse aux Meadows itu diperkirakan dihuni pada abad kesebelas.

Peneliti akan berupaya keras menjaga gen Amerindian pertama yang tiba di Islandia ini, untuk mencari tahu hubungan garis keturunannya terhadap warga Amerika. Para peneliti kemudian menyebut lokasi ini merupakan dunia baru.

Selasa, 16 November 2010

Pengamat: Eropa Makin Banyak Kaji Islam Indonesia

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Nur Kholis Setiawan mengatakan bahwa saat ini semakin banyak perguruan tinggi di Eropa yang mendirikan kajian mengenai Islam di Indonesia karena mereka tertarik atas kehidupan beragamanya.
"Mereka menyadari Islam di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, juga penting," kata Nur Kholis saat kuliah umum di Universitas Wina, Austria, Senin.
Nur Kholis bersama dengan Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Prof BS Mardiatmadja dan Direktur Institute for Study of Islamic Though and Civilization (Insist) Hamid Fahmi Zarkasyi berada di Austria untuk memberi kuliah umum di Universitas Wina dan Universitas Salzburg.
Mereka mengikuti kegiatan Kampanye Diplomatik Umum yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri.
Nur Kholis yang pernah belajar mengenai kajian Islam di Jerman dan mengambil S2 di Belanda itu mengatakan, kajian Islam di Indonesia antara lain ada di Jerman (Frankruf, Hamburg, Berlin, dan Bonn), Belanda, dan Inggris.
Nur Kholis mengatakan, mereka kagum dan merasa heran, Indonesia yang luas dan sangat beragam budaya serta agama tidak pernah bentrok seperti di Balkan. "Aman-aman saja. Mereka kagum," katanya.
Beberapa waktu lalu, katanya, Jerman merasa gagal membangun keanekaragaman padahal penduduknya hanya terdiri dari Jerman asli, Turki dan Yahudi.
Hal itu, katanya, karena Jerman merasa yang paling utama. "Nah Indonesia tidak mengalami hal ini. Kita saling menghargai satu sama lain," katanya.
Nur Kholis juga mengatakan, sejak dahulu kajian mengenai Islam di Eropa hanya tertuju pada kajian Islam Timur Tengah. Namun setelah melihat perkembangan yang ada mereka merasa perlu melihat Islam dari sisi yang lain. "Indonesia salah satunya," kata Nur Kholis.
Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara muslim yang besar namun angka konfliknya kecil.
Pada kesempatan itu Nur Kholis juga menggambarkan kondisi kehidupan antaragama di Indonesia. Ia mengakatan bahwa kehidupan antaragama di masa pascareformasi lebih baik dibanding masa orde baru.
Ia mengatakan, pada saat orde baru keberagaman dicoba untuk dieliminir.
Nur Kholis juga mengatakan, jikapun ada konflik di Indonesia maka itu bukan merupakan konflik antaragama. "Saya kira lebih banyak karena faktor lain," katanya.
Sebagai contoh kerusuhan di Sampit, Kalimantan, dan Poso (Sulawesi Tengah), katanya, bukanlah kerusuhan antaragama. Ia mengatakan kerusuhan di Sampit merupakan kerusuhan etnis.
Saat kunjungan Presiden Austria Heinz Fischer ke Indonesia 9 November, Indonesia dan Austria menandatangani perjanjian di bidang peningkatan kerja sama dialog antar umat beragama untuk mendorong hubungan kedua negara yang lebih baik.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, kerja sama itu dapat berbentuk pertukaran pelajar ataupun kunjungan pemuka agama dari kedua negara dalam upaya membentuk dialog antar penganut agama.
Sementara Presiden Fischer mengatakan, Austria telah mendorong adanya dialog antar umat beragama di dalam negeri mereka sebagai upaya untuk mendorong adanya rasa saling memahami.
"Hal tersebut kami kembangkan melalui kerja sama di bidang tersebut dengan negara lain, dan kami memilih Indonesia," paparnya.

Minggu, 14 November 2010

Pencari Bahtera Nabi Nuh Hilang!!

Donald Mackenzie, salah satu peneliti pencari Bahtera Nuh hilang. Mackenzie sedang menjalani misi seorang diri mencari lokasi terakhir Bahtera yang dalam sejarah dibangun dalam waktu 40 hari dan 40 malam dalam kondisi hujan.

Seperti dilansir news.gather.com, keluarga kehilangan kontak sejak sekitar dua bulan lalu, tepatnya 20 September 2010. Lokasi terakhir, Mackenzie berada di Gunung Ararat, wilayah timur Turki.

Ini bukanlah perjalanan pertama ke lokasi yang dipercaya terdapat perahu raksasa Nabi Nuh bagi peneliti asal Skotlandia itu. Peneliti berusia 40 tahun yang tidak menikah ini meyakini bahwa perahu yang luar biasa itu berada di pegunungan Ararat.

Keluarga baru sadar setelah pada pertemuan peneliti terakhir di Turki, Mackenzie tidak hadir. Tidak ada yang bisa mengonfirmasi ketidakhadiran sang peneliti. Keluarga di Skotlandia pun mengirimkan surat elektronik. Tetapi tidak ada satupun yang dibalas.

Sang ibu yang juga seorang penyanyi, Maggie Jean, meyakini putranya itu selamat dan sukses menemukan Bahtera Nuh. Dia khawatir putranya terluka.

Mackenzie seharusnya mengeksplorasi di wilayah timur Turki, tepatnya di Gunung Ararat. Kontak terakhirnya adalah dengan saudaranya pada 20 September 2010. Perjalanan ini pun bukan untuk pertama kalinya.

Menurut AoLnews.com, Mackenzie berada di lokasi itu karena keyakinannya pada Kejadian Kitab Perjanjian Lama. Dalam kitab disebut Nuh membangun Bahtera agar bisa menyelamatkan keluarganya dan hewan di dunia dari banjir dahsyat.

Ketika air datang, mereka naik sampai semua gunung-gunung ditutupi dan semua kehidupan hancur. Ketika air akhirnya surut, bahtera dikatakan telah datang untuk beristirahat "di pegunungan Ararat."

Pengembaraan terakhir Mackenzie itu di pegunungan Ararat atas permintaan tim eksplorasi dari China dan Turki. Tim eksplorasi ini mengklaim telah berhasil menggali dan masuk ke dalam bangunan struktur kayu milik Bahtera Nuh. Hingga kini tidak ada catatan temuan orang yang berciri mirip Mackenzie. Interpol dan polisi setempat juga belum mendapatkan informasi terkini.

Sabtu, 13 November 2010

Dituduh Hina Nabi, Ibu Lima Anak Divonis Mati!!!

Asia Bibi, perempuan berusia 45 tahun, divonis mati karena tuduhan menghina Nabi Muhammad, nabi umat Islam. Perempuan beranak lima ini membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa dia dihukum karena keyakinan Nasrani yang dianutnya.

Ashiq Masih, suaminya, mengatakan tak sampai hati memberitakan vonis atas ibunya itu kepada dua dari lima anak mereka. "Saya belum memberitahu dua anak perempuan saya mengenai vonis itu," katanya seperti dilansir The Telegraph. "Mereka berulang kali bertanya tentang ibu mereka, namun saya tak berani mengatakan ibunya telah divonis mati karena perbuatan yang tak pernah dia lakukan."

Bibi sendiri telah ditahan sejak Juni 2009. Pengadilan negeri Sheikhupura, dekat Lahore, memutuskan hukuman mati atasnya pada 8 November lalu.

Pengadilan mendengarkan pengakuan Bibi bahwa dia bekerja di ladang bersama sejumlah perempuan lain ketika disuruh membawa air minum. Beberapa dari perempuan yang semuanya muslim itu menolak meminum air yang dia bawa karena ditenteng seorang Kristen.

Mereka pun cekcok.

Bibi melupakan kejadian itu sampai suatu hari tiba-tiba dia ditangkap oleh sejumlah orang sipil. Polisi lalu mengamankannya di kantor polisi.

"Polisi di bawah tekanan dari massa Muslim, termasuk ulama, yang meminta Bibi dihukum mati atas tuduhan telah menghina Nabi Muhammad," kata seorang aktivis Kristen di Pakistan, Shahzah Kamran.

Polisi lalu menyelamatkannya namun kemudian mendaftarkannya atas kasus penghinaan. Sejak Juni itu, Bibi ditahan sampai pada Senin lalu divonis mati.

Meski membantah mengatakan telah menghina Nabi Muhammad, Bibi tetap divonis pengadilan hukuman mati. Saat ini, Bibi bersama sejumlah aktivis kemanusiaan di Pakistan tengah mengupayakan banding atas putusan itu.

UU Penghinaan Agama di Pakistan ini belum pernah menghasilkan vonis mati atas seseorang. Namun telah sepuluh orang diduga tewas selama proses pengadilan berdasarkan UU ini.

Ali Hasan Dayan, aktivis dari Human Rights Watch, menyebut UU ini di luar ketentuan Konstitusi Pakistan. Menurutnya, UU ini harus ditinjau kembali.
"Undang-undang itu membuat penganut agama minoritas rentan karena sering undang-undang ini dipakai untuk menjerat mereka," kata Dayan.

Pakistan adalah negara Islam yang pada tahun ini penduduknya diperkirakan mencapai 170 juta orang. Mayoritas beragama Islam, sementara penganut Kristen diperkirakan mencapai 3 juta orang.